Postingan

Edisi Dewasa #2

#2 Kenthir= Kenthu In PikirMaaf sebelum dan sesudahnya. Aku sengaja menggunakan kata yang blak-blakan, terkesan vulgar, kotor, buruk atau apalah lagi kesan lainnya. Tujuannya untuk membobol logical-imunity atau pertahanan logika pembaca. Ketika pertahanan logika sudah jebol, nantinya diharapkan kita mampu open-minded/berpikiran terbuka, radikal/berpikir dalam dan menyeluruh, berpikir seimbang, objective viewer, dan endingnya menjadi Self Opened/pribadi yang terbuka/membuka diri.Kenthir alias kenthu in pikir. Inilah prinsip dasar manusia dewasa zaman ini. Kenthu itu bahasa jawa dari senggama/ML/ngentot/bercinta. Nah sekarang mari kita hayati hal ini: Senggama itu soal kebutuhan, keingingan, tujuan, desire, pleasure, necessary, goals, destination, purpose, direction. (Aku tidak akan menjelaskan lebih jauh tentang apa itu kebutuhan, keinginan, dan tujuan. Silahkan cari dan amati masing-masing, sekarang soal kenthu dulu).Senggama jelas suatu kebutuhan karena di tubuh kita ada kelamin, dan…

Edisi Dewasa #1

#1 Pedomane AsuMenjadi dewasa bukan sekedar sudah pernah nonton berbagai genre film porno, bukan lantaran pernah mencium bibir dan bagian tubuh lain sang pacar, bukan pula persoalan umur yang sudah melampaui 18 atau 21. Menjadi dewasa juga bukan dilihat karena sudah mampu beli makan sendiri, atau sudah bekerja dengan gaji sekian juta. Atau sudah bisa dikatakan dewasa ketika sudah menikah, punya anak, dan punya cucu. Menjadi dewasa juga bukan ditandai dengan kegalauan akan hal-hal yang semakin rumit.Tidak ada ukuran pasti untuk mengukur kedewasaan, juga tidak ada syarat dan ketentuan bakunya. Sedangkan kita seolah-olah sudah sangat paham tentang apa itu dewasa. Mungkin karena itu kita jadi sering plintir-plintir istilah dewasa.Soal movie, jika umur kita sudah 17 dan bahkan 20 lebih, kita sudah sudah legal menonton 'adult movie' dengan genre 'mature', 'Oral' dan lainnya. Huuup! Sayangnya istilah dewasa diplintir hanya sampai arah sini 'asu-sila' (pedomane…

Setelah Sampai Rumah

Surat Terakhir

Paduka