Sumpah! Aku siap diajak diskusi panjang lebar bahkan sepanjang malam jika tidak sepakat dengan pendapatku ini. Asal aku jangan dipukul aja. Sakit tahu. Eh sebentar, aku punya tebakan. Hewan apa yang alim? Hayooo? Apa? Salah! Nyerah nih? Jawabannya adalah semut mesantren wakakaka. Oke! Kalau dari lagu-lagu, film, dan syair sih. PERASAAN tuh seakan hebat banget bahkan keramat. Seolah-olah menjadi tolok ukur segala keputusan dalam hidup. Tentang PERASAAN yang berlaku di lingkunganku. PERASAAN itu misal cinta pada pacar, PERASAAN itu misal benci kepada si Anu, PERASAAN itu misal PERASAAN gagal move on, dan lain-lain. Semua itu soal anggapan PIKIRAN. Aku sering banget denger kata-kata begini: gimana ya namanya juga PERASAAN jadi susah dijelaskan. Atau, karena perasaan punya logika yang tidak bisa dimengerti akal pikiran. Aku tanya, memang menurutmu PERASAAN itu apa? Seharusnya, sebelum aku menulis tentang PIKIRAN terlebih dahulu aku menulis tentang PERASAAN. Karena PERASA...
Sebuah Prolog Bismillahirrohmanirrokhim. Beberapa waktu lalu aku sempat mempertanyakan kepada diriku sendiri, "Kenapa aku harus mencari informasi (membaca buku, melihat vidio, mendengarkan petuah) tentang Manusia? Bagimana muncul perasaan, bagaimana cara otak menyimpan kenangan? Lalu misteri apa yang menghubungkan secara fisik dan mental, atau jiwa dan raga pada manusia? Toh tidak ada manfaat nyatanya juga, mending kerja atau berjualan agar dapat uang, bisa makan." Jika kamu mempertanyakan hal yang sama, aku punya pernyataan sekaligus pertanyaan selanjutnya yang juga aku pertanyakan kepada diriku sendiri. "Mungkin, aku sudah tidak takjub dengan pergantian siang dan malam, bulan sabit dan purnama, pergantian musim, listrik, frekwensi radio karena semua itu nampak bagiku, dan bisa diamati dengan indra, dan semuanya terlalu biasa. Namun apa aku tidak takjub dengan perubahan emosi dan detak jantung saat melihat mantan bergandengan tangan dengan pacar barunya?...
Kita jangan melupakan soal partikel, gelombang, energi, dan getaran seperti yang sudah aku tuliskan pada part1 . Aku tebak, sekarang kamu sedang ragu dengan apa yang aku paparkan sebelumnya, bahwa apa benar kita mendapat apa yang kita inginkan ketika kita sudah tidak menginginkannya Apa iya? Apa tidak? Sudah tak perlu dibikin pusing. Entah benar atau tidaknya, kita nikmati saja hidup ini. Karena hidup begitu mengagumkan dan menyenangkan. Pemahamanku begini: Cara kerja alam semesta itu sederhana, yakni selaras . Selaras bukan berarti semuanya harus sama, seragam, satu warna. Selaras itu sejalan, saling mendukung, serta tidak menyakiti antara satu dengan lainnya. Seperti tubuh kita dengan fungsi organ yang berbeda-beda namun sejalan, dan saling mendukung. Atau seperti pelangi yang berbeda-beda warna namun rela berdampingan, tidak merasa menang salah satu, dan tidak merasa kalah satu lainnya Lalu apa hubungannya selaras dengan pertanyaan soal keinginan tadi? Seperti kejadia...
Entah kenapa aku menulis tentang daleman ini? Namun aku sudah memutuskannya, yaudah dilanjutkan saja. Hahahaha sudah dijelaskan di prolog wooooyy. Maaf lupa huhu. Baiklah. Sodarah-sodarah, seyogyanya, PIKIRAN untuk BERPIKIR dan menghasilkan PEMIKIRAN. PIKIRAN adalah ALAT, salah satu FUNGSINYA adalah BERPIKIR, dan HASILNYA adalah PEMIKIRAN. Dalam hal ini, aku tidak mengacu pada KBBI. Namun aku mengacu pada Bahasa Inggris yang menurutku, lebih jelas dan gamblang. Dalam Bahasa Inggris ada aku ambil tiga kata yang artinya seperti di atas. Tiga kata itu adalah mind (PIKIRAN) , think (BERPIKIR) , dan thought (PEMIKIRAN) . Fungsi PIKIRAN adalah tempat berkumpul, memilah-mengolah dan menyimpan seluruh informasi atau data yang kita peroleh dan serap melalui indera-indera kita. Seperti, kita mendengar orang ceramah, kita melihat orang berbuat curang, mencium bau parfum seseorang, dlsb. Semuanya yang dapat ditangkap oleh indera adalah proses penyerapan informasi ke dalam PIKIRAN. Ada ...
Kesalahpahaman dalam Law of Attraction seperti dalam The Secret, meminta, yakin, dan menerima. Seolah-olah kita punya pengetahuan untuk mengolah dan memanipulasi semesta. Seperti sedekah, karena sudah dijanjikan akan mendapat lebih banyak setelah sedekah. Jadi kita sedekah sebanyak-banyaknya. Agar sebanyak-banyaknya pula nantinya yang kita dapatkan. Hasilnya??? Mungkin lupa, kalau setiap amalan akan batal jika tidak rela dan ikhlas? Apalagi bernafsu begitu? Menerima itu bukan tentang sesuai keinginan kita atau sesuai yang menguntungkan kita. Menerima itu sesuai apa yang sudah kita vibrasikan. Menerima hal yang merugikan dengan buruk, bukankah keburukannya bertambah? Menerima hal yang menguntungkan dengan buruk, bukankah keuntungan kita menjadi buruk? Lalu bagaimana cara menerima? Ya menerima dengan baik, tak perlu keluh kesah, tak perlu kecewa apalagi dengan penyesalan. Menerima dengan rela syukur-syukur ada dikasih suka agar menjadi suka-rela, pasrah dan ikhlas. Jangan lupa ...
Ang Poy sempat punya buku yang cukup fenomenal, The Secret, yang membahas tentang Law of Atraction atau ‘ hukum tarik-tarikan ’ atau ‘ keterkaitan ’. Namun aku mengenal istilah ini bukan dari buku itu. Aku tahu istilah tersebut justru dari buku sejarah di Perpus Kampus. Dalam beberapa buku yang membahas hukum tarik-menarik, kebanyakan tentang bagaimana mencapai kesuksesan, menjadi kaya, menjadi tersohor yang aku tidak terlalu pedulikan. Aku sempat baca sekilas tiap bab buku The Secret, namun aku tidak sepenuhnya sependapat. Terutama dibagian minta, yakin, dan menerima . Karena bisa saja ditangkap oleh pembaca bahwa ketiganya adalah tatanan pasti. Semisal kita minta mobil, yakin akan mobil, dan dapat mobil. Cara kerjanya aku kira tidak seperti itu. Justru dari ketiga itu, menyebabkan kita terperangkap pada hasrat memenuhi kepuasan yang lebih besar pada hukum tarik-menarik ini. Jadi seolah-olah kita meminta pada alam semesta, kita memanipulasi alam semesta sekehendak kita ses...
David Hawkins rela meneliti tentang ini, getaran energi kesadaran (pikiran dan perasaan). Membagi getaran energi menjadi dua. Energi Positif atau Power dan energi negatif atau Force . Cari di internet, ada tabelnya, mana yang termasuk Positif dan mana saja yang termasuk negatif. Lengkap dengan skala vibrasi (getaran energi) yang dihasilkan. Menurutku teori ini menjadi kunci Law of Attraction, karena dengan teori ini seluruh anjuran untuk tidak boleh sombong, sabar, pasrah, cinta menjadi masuk akal. Law of Attraction adalah karma, kausalitas, sebab-akibat, fenomena-nomena, dan apapun penyebutan lainnya. Jangan-jangan orang yang membuat kita senang karena dia selalu senang dengan dirinya sendiri serta yang lain? Dan jangan-jangan orang marah pada kita karena kita sering marah terhadap diri sendiri dan yang lain? Sebetulnya aku sudah sejak dulu curiga. Ketika aku sakit, adalah akumulasi dari hal negatif yang pernah aku pancarkan. Sekarang aku meyakininya. Setelah aku tahu te...
Aku akan mengajakmu berdiam sejenak, merenungi dan kembali mengingat-ingat. Bahwa: Kita hari ini (benda, kepribadian, emosi dan semua yang ada di sekitar kita hari ini) adalah apa yang kita inginkan pada masa sebelumnya . Paling tidak, pernah kita pikirkan dan perasaan kita mendukungnya. Untuk bisa memahami Law of Attraction kita harus rela napak tilas seluruh jejak-jekak kehidupan kita. Aku yakin setelah itu kita tidak punya lagi alasan untuk mengeluh, menggerutu, marah, kecewa, menyesal. Justru kita akan bersyukur dan menerima semua yang ada pada kita hari ini. Bisa jadi kamu akan memperoleh kesimpulan sama denganku, bahwa: Law of Attraction adalah cara kerja semesta, atau kehidupan, atau takdir. Sejak bagian pertama, aku selalu mengatakan soal pikiran dan perasaan. Sedangkan pada kehidupan sehari-hari kita sudah terbiasa dengan gerak fisik, kerja, dan mengejar impian. Kiranya aku perlu tegaskan, aku tidak sedang mengarahkan kalian termasuk diriku sendiri untuk sekedar...
Ketika berbicara manusia. Manusia adalah mahkluk yang hina atau mulia karena pikirannya (akalnya). Banyak meme, kata mutiara, atau kutipan orang dulu yang mengatakan hal serupa. Life is about your mind, if you can or you can't, that's true. Hidup adalah tentang pikiranmu, jika kamu bisa atau tidak bisa, itu benar. Pada Daleman Edisi #1 . Aku menulis tentang PIKIRAN. PIKIRAN menurutku adalah tempat berkumpulnya seluruh informasi yang masuk kepada kita yang pada akhirnya membentuk sebuah kesimpulan, atau konstruksi, atau kerangka-kerangka informasi, atau konsep-konsep. Kemudian pada Daleman Edisi #2 . Aku membahas tentang apa yang biasa disebut dengan PERASAAN atau yang aku sebut dengan RESPON. PERASAAN bukan apa yang biasa kita sebut dengan benci, suka, nyaman dll, PERASAAN hanyalah RESPON. Ya, RESPON (Freud menyebutnya ID) dan inilah yang menjadi dasar gerak manusia. Kenapa RESPON? Karena PERASAAN itu netral. Netral dalam artian meRESPON sesuai gejala alam (kej...
Pada ruang aku mencurigai waktu, Dan pada waktu, Aku khawatirkan ruang. Aku sempat mengira semua tentang ruang. Rumah, bukit sabana dan rayuan Edelweis melambai, Juga hamparan samudera serta ombak berkejaran menuju pantai. Atau kesempatan memilikimu. Utuh, Mengeja rupamumu Dari kaki sampai ujung rambutmu. Memuja parasmu, Duduk bersampingan. Sampai mata kita saling menerjemah rasa. Ternyata bukan, Nampak dari jendela kaca, Ruang, perlahan pudar. Hanya bersisa memar. Pula aku sempat mengira semua tentang waktu. Ketika setiap detik menggelitik. Menit membikin hati semakin terkait. Hingga jam berjaga, tanpa sadar aku tenggelam. Memar kian melebam. Ternyata bukan, Waktu sekedar berkisah. Melambat hanya karena kita tersirap. Dan berjalan cepat saat kita terpikat. Saat aku melesat cepat, waktu sirna sempurna. Plato, Ibrahim, Buddha, Sulaiman, Al-masih, Ghazali, Newton, Muhammad. Mereka menanggalkan ruang Mereka juga menanggalkan waktu. Mereka menafsirkan...
Komentar
Posting Komentar